Showing posts with label BERITA TERKINI. Show all posts
Showing posts with label BERITA TERKINI. Show all posts

Thursday, December 1, 2016

Santri Ciamis tiba-tiba jadi trending topic! Bahkan aktivis dari kalangan mahasiswa yang katanya lebih intelek pun kalah eksis


Santri Ciamis tiba-tiba jadi trending topic! Bahkan aktivis dari kalangan mahasiswa yang katanya lebih intelek pun kalah eksis.
Gak malu kalian?
"Ngapai jalan kaki? kan bisa naik angkot, sewa mobil, naik kereta, capek woy." Pertanyaan yang wajar muncul saat ada peristiwa:
Ribuan Santri Ciamis jalan kaki ke Jakarta untuk ikut aksi bela AlQuran.
Jaraknya 300 km. Jalan kaki! Di tahun 2016! Ribuan!
Bukan bukan. Bukan karena mereka bodoh, dan tidak mengenal tekonologi yang bernama transportasi umum.
Justru karena mereka amat cerdas. Brilian! Aksi jalan kaki tentu bukan karena kurang finansial, atau yang sering diberitakan: tidak ada bus yang mau mengangkut. Toh, bantuan datang tak berhenti untuk mereka. Mulai dari uang, makanan, minuman, sepatu, obat-obatan, dan lain lain.
Buktinya, ada 100 orang Anggotan Satuan Tugas yang menjaga keamanan aksi tersebut. Ada mobil yang mengangkut dokter dan obat-obatan yang mengiringinya. Ini berarti aksi ini direncanakan dengan matang.
Sadarkah? Aksi ini adalah wujud nyata sikap para santri. Sikap mereka terhadap Penistaan Al-Quran yang dilakukan oleh Ahok beberapa bulan silam.
Sikap bahwa, "saya rela berlelah-lelah, berdarah-darah, untuk menunjukkan pada dunia bahwa masih ada ribuan manusia di bumi ini yang akan selalu membela Al Quran"
Dan sikap cerdas ini berhasil! Puluhan media massa meliput mereka, Pikiran Rakyat, Tempo, Viva News, Okezone, Pojoksatu, Republika, dan banyak lagi.
Belum tingkat like dan share di media sosial, facebook, instagram, youtube, line, whatsapp, dari grup ke grup.

Brilian!
Aksi cerdas mereka berhasil menggaungkan aksi bela Al-Quran 212. Apresiasi saya sampaikan setinggi-tingginya duhai para santri!
Lihat kan?
Masih ada! masih ada orang yang akan selalu menjunjung dan mengagungkan tinggi AlQuran sampai kapan pun.
Sampai bertemu di Jakarta 212 Santri Ciamis! Sepertinya kalian akan menjadi seleb.

Dukungan Masyarakat untuk Aksi Bela Islam

Sebuah Kesaksian "menangis membacanya"
By: DenySuwarja
Tadinya tidak terpikirkan,ikut menjemput dan mengawal para peserta long march Ciamis-Jakarta di Malangbong. Saat ada keperluan di Cibatu, pukul 15.40 WIB membaca update info rombongan dari salah seorang peserta. Bahwa, rombongan sudah tiba di mesjid Agung Malangbong. Tertarik dan panggilan hati, ingin memberi dukungan moril kepada mereka.
Via Sasakbeusi, menuju Malangbong. Perasaan dan hati dibuat bangga dan sejuk. Betapa tidak, di sepanjang tepi jalan tampak masyarakat berkerumun di setiap sudut. Anak-anak, ibu-ibu, bapak-bapak, kakek-kakek, nenek-nenek semua bersiap menyambut, lengkap dengan makanan dan minuman bahkan buah-buahan.
Di Lewo, berhenti sejenak. Mendekati kerumunan itu dan memasang kamera kecil. Saat ditanya mengapa mereka melakukan hal itu? Jawaban mereka:”Lillahita’ala, demi Allah, demi agama kami, demi membela Al Quran yang telah dinistakan”.
“Ini murni dari hamba Allah, bukan dari partai politik yang dituduhkan si penista! Kami tidak bisa ikut long march. Tapi, kami ingin mendukung mereka. Tukang tahu, menyumbang tahu. Tukang emplod, tukang tempe, tukang kerupuk, tukang roti, tukang bala-bala. Bapak lihat sendiri, ini di depan. Semua sumbangan sukarela. Ikhlas, gak ada yang membayar!”, jawab mereka.
Subhanallah. Bulu kuduk merinding, ada yang tersekat di tenggorokan. Mereka rakyat biasa, begitu rela berkorban. Demi keyakinan dan keimanan mereka yang diinjak-injak dan dinistakan. Mereka rela berkorban dan sudah berdiri di sana, lebih kurang 1,5 jam. Padahal rombongan long march, baru tiba di mesjid Agung Malangbong dan rehat dengan sholat magrib. Perjalanan baru akan dilanjut bada sholat Magrib.
Tiba di mesjid Agung Malangbong, suasana seperti malam takbiran. Setiap melewati kerumunan orang-orang gema takbir dan kepalan tangan terangkat selalu terucap. Tegas tanpa rasa ragu. Tampak beberapa ada yang makan nasi bungkus berdua, bahkan ada yang bertiga sambil duduk bersandar ke tembok. Belakangan mendapat informasi dari koordinator konsumsi, bahwa makanan, snack, ari kemasan, obat-obatan lebih dari cukup sumbangan sukarela dari masyarakat yang terlewati rombongan. Yang kurang adalah untuk nasi bungkus/box. Untuk nasi bungkus/box sering mengalami keterlambatan karena langsung didrop dari pesantren di Ciamis!!! Namun peserta tidak mengeluh, saat di Malangbong mendapatkan sumbangan 300 nasi bungkus dari masyarakat setempat. Mereka rela berbagi dengan teman-temannya! Subhanallah!
Untuk makanan kemasan seperti biskuit atau roti dan air kemasan lebih dari cukup. Bahkan, mobil feeding kewalahan untuk mengangkut semua itu. Alternatifnya koordinator konsumsi harus mendatangakan truk dump truck yang besar, untuk mengangkut semua konsumsi yang disediakan masyarakat sepanjang Ciamis-Malangbong. Pastinya akan terus bertambahan selama perjalanan ke Jakarta. Yang mengiris hatis diantara makanan kemasan tampak juga makanan tradisional seperti cuhcur, ali agreg, burayot, rangginang, emplod, ladu, bahkan air kopi panas yang dimasukan plastik ada di sana! Yang pasti semua makanan tradisional tersebut diolah olah rakyat kebanyakan, rakyat miskin, rakyat yang tidak rela kitab sucinya dihina dan ingin membela dengan cara mereka.
Kumandang adzan magrib bergema! Wajah-wajah yang tidak bisa menyembunyikan rasa lelah tapi dengan sorot mata penuh semangat itu langsung mengambil air wudhu. Tidak sampai 2 menit, kerumunan jemaah lebih dari 2000 orang tersebut (plus mukimin). Langsung berbanjar rapi. Tanpa harus berteriak-teriak ala polisi yang kemarin sempat melarang mereka PO bus agar tidak menyewakan bus kepada mereka. Mereka tertib rapih, merapatkan barisan menghadap kiblat, rapi makmum hanya sesaat setelah mendengar suara iqamat.


Selama sholat, tidak terasa mata basah. Alhamdulillah, bisa ikut berjamaah bersama mereka. Terasa atmosfer ghirah izzatul Islam yang kental. Khusu dan penuh kesyahduan. Setelah membaca salam, air mata makin basah saat para santri tersebut bersalaman sambil mencium tangan saya penuh hormat. Padahal saya tidak mengenal mereka. Mereka tidak mengenal saya. Akhlak mereka begitu santun, saat melewati orang yang lebih tua mereka berjalan membungkuk, merendahkan tubuhnya dengan posisi tangan lurus ke bawah menyentuh lutut.
Hujan turun gerimis saat meninggalkan mesjid Agung Limbangan, agar dapat mengambil gambar yang bagus. Lebih kurang 6 km dari alun-alun Malangbong, berhenti di sebuah warung untuk menyantap mie sambil menunggu rombongan, buang air kecil dan ngopi. “Paling perkiraan memakan waktu satu jam dari Malangbong ke sini!” kata si Bapak pemilik warung. “Bapak yakin? Saya perkirakan paling 30 menit. Kan hanya 6 km!” bantah saya. Tapi, saya dan istri dibuat terpelongo belum lima belas menit duduk sambil menikmat mie rebus. Tiba-tiba dari arah timur mobil polisi yang mengawal sudah tiba. Polisi memberlakukan jalur satu arah.
Kendaraan dari arah Malangbong diminta menepi.
Tidak sampai lima menit kemudian, dalam guyuran hujan yang makin deras. Tampak rombongan muncul dari arah Malangbong! Hanya 20 menit! Mereka bertakbir, bersholawat menembus hujan dengan hanya berlapiskan jas hujan plastik keresek. Beriringan, sebagian ada yang berpegangan tangan, sebagian ada yang membawa tongkat. Sebagian ada yang menggandeng temannya. Tidak henti, mobil ambulan dan mobil evak yang mengikuti rombongan. Memberikan pengarahan kepada para peserta yang sudah tidak kuat berjalan jangan memaksakan, silakan naik mobil yang kedua lampu daruratnya menyala. Tapi yang minta dievak bisa dihitung dengan jari. Mayoritas mereka tetap berjalan, bahkan ada yang setengah berlari menembus hujan deras.
Menuju ke Warung Bandrek,Kersamanah di sepanjang jalan tampak masyarakat menyemut. Lebih heboh daripada tadi sore saat mereka menunggu rombongan. Makanan dan minuman yang disediakan mereka makin banyak. Seorang nenek, berdiri di antara kerumunan masyarakat. Di tangannya tampak dia memegang sebungkus emplod (makanan khas lewo dari singkong). Seorang Bapak sibuk, menyeduh kopi panas di gelas plastik dan memberikan dengan penuh kasih sayang serta doa kepada setiap peserta yang melewatinya!


Suasana sangat Islami, tulus, ihlas dan ukhuwah Islamiyah. Berkali-kali saya dan istri menyeka air mata saat menyaksikan mereka di sepanjang perjalanan. Allahu Akbar!
Ya Allah, saksikanlah kami ridho Engkau menjadi Tuhan kami. Kami ridho Islam menjadi agama kami. Kami ridho Nabi Muhammad S.A.W. menjadi Rosul kami, kami rela Al Quran menjadi kitab suci kami! Jauhkan kami dari orang-orang munafik, yang lebih ridho kaum kafir jadi pemimpinnya dan menyangkal kebenaran kalam-Mu. Amiiin....

Wednesday, November 30, 2016

Pelarangan Adzan oleh Israel di Masjid Al Aqsa

Imam masjid di Filipina yang tertembak saat shalat subuh, serta darah kaum Muslimin tertumpah di Rohingya.. sebegitu dahsyatnya kah efek dari ISLAMOPHOBIA?? Apakah mampu membuka mata dunia tentang siapa Teroris sebenarnya?
Islam yang sesuai Fitrah nya sebagai Rahmatan Lil Alamin, kini semakin gencar untuk terus diberitakan oleh media mainstream dengan mengesankan citra buruk yang membuat masyarakat ketakutan! Dengan menebarkan isu teroris, radikal, intoleran, dan suka berperang, terus disiasati untuk meracuni pandangan masyarakat dunia terhadap Islam.
Namun, sejenius apapun siasat dan makar yang dibuat oleh manusia tidak akan mampu menghadang kehendak Allah Swt. Faktanya, semakin Islam terus di berikan citra buruk, justru orang semakin penasaran untuk mencari tahu Islam yang sebenarnya, Alhamdulillah disaat orang mencari tahu Islam yang sebenarnya itulah turunnya Hidayah dan Karunia Allah Swt. Sehingga dalam beberapa tahun terakhir sejak peristiwa 11 September 2001 terjadi peningkatan pesat terhadap jumlah masyarakat muslim di seluruh dunia!
Dengan fakta tersebut, tentu membuat mereka yang hendak menjatuhkan Islam semakin terus berusaha dan mencari cara untuk mensukseskan misi mereka dengan menebarkan teror dan ketakutan kepada Islam. Seperti apa cara mereka untuk membuat seluruh dunia memandang Islam dengan citra buruk? dan yang lebih penting lagi, Apa saja langkah dan strategi mereka dalam usaha menjauhkan seluruh umat Islam terhadap ajaran Islam sendiri?
Kamu akan menemukan jawabannya dalam buku ini, ISLAMOPHOBIA.
Sebuah buku yang mampu membuat pola pikir kita untuk dapat meningkatkan kepedulian dan antisipasi terhadap oknum yang memiliki ambisi untuk membuat masyarakat dunia menjauhi Islam.
Untuk informasi dan penjelasan tata cara pemesanan buku ini selengkapnya silahkan klik pada foto terlampir,


Tuesday, November 29, 2016

Kaum Muslimin Tasikmalaya mempersiapkan bekal Massa dari Ciamis yang berjalan kaki ke Jakarta

Saling Membantu, Kaum Muslimin Tasikmalaya mempersiapkan bekal Massa dari Ciamis yang berjalan kaki ke Jakarta...

Keikhlasan luar biasa demi membela Agamanya...
Munafiqin saja yang memfitnah mereka bayaran...



Ratusan Jama'ah dari Papua Siap Berangkat ke Jakarta dalam Aksi Bela Islam 3

Ratusan Jamaah dari Papua.. siap2 berangkat dari Bandara Jayapura menuju Jakarta untuk mengikuti #AksiBelaIslam212
*Harta bisa dicari dan tak bisa dibawa mati..
Tapi Kehormatan Agama wajib dibela sampai mati..




Pencabutan Izin Bus Pengangkut Massa Aksi Bela Islam Jilid III Langgar Konstitusi

Anggota Komisi V DPR RI, Nizar Zahro, menilai pencabutan izin bus yang mengangkut massa aksi super damai 'Bela Islam' jilid III merupakan sesuatu yang melanggar konsitusi.

Pasalnya, di dalam Undang-Undang (UU) No 22 tahun 2009 disebutkan bahwa izin trayek dapat dicabut karena beberapa hal misalnya, saat uji KIR pengendara kendaraan bermotor tidak membayar pajak.

"Kalau hanya mengangkut demonstrasi kemudian izin trayeknya dicabut, sementara itu tidak diatur dalam uu, enggak boleh dong begitu," ujar Nizar, Sabtu (26/11), diJakarta.

Baca Juga: "Itu Kewajiban Pemerintah untuk Membubarkan (FPI)"

Dalam hal ini, menurut Nizar, jangan sampai UU dikalahkan oleh peraturan di bawahnya. Sebab UU adalah pedoman bagi para pengusaha bus.

Karena itu, surat rekomendasi yang diterbitkan Polrestabes Surabaya agar izin trayek bus yang mengangkut peserta unjuk rasa bela Islam III ke Jakarta dicabut, sudah melanggar UU di atasnya, yaitu UU no 22 tahun 2009.

"Jadi kita sarankan Polrestabes Surabaya agar menarik surat itu," tegas Nizar.

Nizar pun berharap, kepolisian sebagai aparat penegak hukum agar mengerti tujuan UU diciptakan. Apabila tujuannya untuk Kamtibmas seharusnya kepolisian menggunakan cara persuasif yang lain, tidak harus dengan cara mengeluarkan surat seperti itu.

"Saya harap surat-surat yang dikeluarkan baik oleh Polrestabes Surabaya maupun Polres lainnya, tidak melanggar UU di atasnya, karena ada hak pengusaha bus dan hak masyarakat untuk menaiki bus itu, dan kita tidak pernah tahu itu naik tujuannya untuk demo atau tdak," tutup Nizar.

Sumber: jitunews