Monday, January 26, 2015

Rasa takut kepaada Allah menumbuhkan rasa kasih sayang

 Setiap manusia pasti pernah merasakan yang namanya takut, entah takut mati, takut bangkrut dengan usahanya, takut kepada yang sifatnya ghoib (setan, pocong, memdi, gendruwo, dll) dan takut-takut yang lain. Sebenarnya pengertian takut itu apa sih? takut adalah kondisi hati seseorang dimana dia merasa tidak nyaman, gelisah, was-was, khawatir dengan suatu keburukan yang akan menimpa pada dirinya. Takut adalah fitrah manusia artinya Allah menciptakan manuasia sudah sepaket dengan rasa takut, begitu juga dengan rasa cinta, tidak bisa dipisahkan dengan jiwa seorang manusia.
Kenapa rasa takut bisa muncul? sesuai dengan pengertian diatas tadi bahwa takut adalah kondisi hati seseorang dimana dia merasa tidak nyaman, gelisah, was-was, khawatir dengan suatu keburukan yang akan menimpanya maka hal-hal seperti itulah yang menyebabkan rasa takut itu muncul dalam hati kita.
Dalam Al-Qur'an surat Al-Ma'iah: 44 Allah berfirman:

“Maka janganlah kalian takut kepada manusia dan takutlah kalian kepada-Ku.” (al-Ma’idah: 44)


 Dan Hadits Nabi Saw :


“Demi kemuliaan dan keagungan-Ku, Aku tidak akan menghimpun pada diri hamba-hamba-Ku dua rasa aman dan dua rasa takut. Jika dia merasa aman dari-Ku di dunia, maka Aku akan beri rasa takut pada hari Aku menghimpun hamba-hamba-Ku. Dan jika dia takut kepada-Ku di dunia maka Aku akan berikan rasa aman pada hari Aku menghimpun hamba-hamba-Ku.” (HR. Abu Nu’aim dan dinyatakan sahih oleh asy-Syaikh al-Albani rahimahullah di dalam ash-Shahihah no. 742)

Penjelasan dari QS. Al-Ma'idah: 44 diatas bahwa, kita diperintahkan untuk takut hanya kepada Allah saja bukan kepada manusia, dalam kalimat ini adalah bentuk perintah yang harus dilaksakan oleh manusia maka melanggar perintah adalah suatu perbuatan dosa, dan sebaliknya melaksakan perintah maka akan menjadi suatu perbuatan ibadah kepada Allah SWT.

Yang perlu kita tanamkan dalam pemahaman kita adalah bahwa dalam hubungan kita kepada Allah (Hamblumminallah) rasa takut itulah yang kita butuhkan ketika kita beribadah kepada Allah, karena dengan rasa takut kepada Allah maka akan melahirkan sikap penghambaan diri kita kepada Allah SWT,  melahirkan kecemasan/ketakutan/kekhawatiran kepada Allah SWT, jangan-jangan amal perbuatan kita tidak diridhoi oleh Allah SWT, maka ketakutan inilah yang kita butuhkan untuk menjaga hubungan kita dengan Allah SWT, karena memang rasa takut kita seharusnya kita tujukan hanya kepada Allah semata bukan yang lainya.

Sedangkan ketika kita bermuamalah, menjalin hubungan sesama manusia yang lainya atau dengan kata lain hambluminanas maka prinsip yang kita pegang adalah sabda nabi Saw:

Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni) 



“Sesungguhnya mereka itu tidak lain adalah setan dengan kawan-kawannya yang menakut-nakuti kamu, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka tetapi takutlah kepada-Ku jika kamu benar-benar beriman.” (Ali ‘Imran: 175)

“Tujuh golongan orang yang akan mendapatkan perlindungan pada hari yang tidak ada perlindungan kecuali perlindungan dari Allah, di antaranya seorang hamba (laki-laki) yang ‘diajak’ oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan dan kecantikan, namun dia mengatakan, ‘Aku takut kepada Allah’.” (Sahih, HR. al-Bukhari no. 629 dan Muslim no. 1031 dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

No comments:

Post a Comment